“Ini musibah yang kita tidak inginkan, dan saya yakin Bapak/Ibu yang hadir dalam kegiatan ini untuk mencari solusi bahwa ke depan agar tidak terjadi lagi,” ujar Bupati.
Meski demikian, Bupati menegaskan program MBG telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat Garut. Ia pun berpesan agar masyarakat tetap tenang menghadapi peristiwa ini.
Di kesempatan yang sama, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Garut, Salsa, melaporkan terdapat 80 SPPG yang sudah beroperasi di Garut. Ia juga mengungkap insiden keracunan di Kecamatan Kadungora yang menimpa 30 siswa SD dan MA.
Salsa menduga insiden ini akibat keterlambatan pembagian MBG. “Dijadwalkan pukul 9, tetapi ada kekurangan nasi jadi kami memasak nasi terlebih dahulu, jadi si ayam yang seharusnya berangkat semula pukul 9 itu jadi ngaret pukul 10/11,” jelasnya.
Keterlambatan itu diduga membuat makanan melewati batas aman konsumsi. Salsa memastikan seluruh korban yang sempat dirawat kini sudah pulih dan berada dalam kondisi aman.***

