Sambal ini biasa disantap bersama nasi hangat dan ikan bakar, menjadi pasangan sempurna yang menggugah selera siang dan malam.
Banyak pengunjung mengaku sengaja datang hanya untuk mencicipi sambal legendaris ini.
“Sejak banyak diulas di media sosial, pengunjung terus meningkat,” kata Nurlina, pemilik warung makan Rasa Laut Tolitoli, suatu ketika.
“Banyak wisatawan dari Palu, Gorontalo, bahkan dari Jawa datang karena penasaran dengan keunikan rasa dan cara penyajiannya yang masih tradisional,” tambahnya,
Warungnya kini menjadi salah satu destinasi kuliner wajib di Tolitoli, dengan antrian sering mengular saat akhir pekan.
Dengan potensi kelautan yang melimpah dan komitmen melestarikan resep turun-temurun, kuliner Tolitoli bukan hanya soal rasa, tapi juga identitas budaya.
Banyak pakar gastronomi memprediksi, jika dikembangkan dengan baik, masakan Tolitoli bisa menjadi ikon gastronomi Sulawesi Tengah, menyusul jejak kuliner Makassar atau Manado yang sudah go nasional.***


