Jika diverifikasi, ini merupakan pertama kalinya Iran berhasil mengenai pesawat tempur AS sejak eskalasi konflik yang dimulai akhir Februari 2026
Peristiwa ini menambah daftar insiden F-35 AS Iran yang berpotensi mengubah kalkulasi militer di kawasan, sekaligus menjadi studi kasus penting dalam insiden jet tempur AS di Timur Tengah 2026.
Rp1,5 Triliun
Perlu dicatat, setiap unit F-35 memiliki nilai lebih dari US$100 juta atau setara Rp1,5 triliun (kurs Rp15.000/USD).
Kerusakan pada F-35 AS Iran, sekecil apa pun, memiliki implikasi strategis dan finansial signifikan. Klaim IRGC tembak jatuh juga mengingatkan pada insiden serupa, seperti penembakan tidak sengaja tiga jet F-15 AS oleh pertahanan udara Kuwait yang seluruh awaknya selamat.
Data Aviation Safety Network mencatat insiden pada 19 Maret 2026 melibatkan F-35A Lightning II milik USAF yang terkena tembakan antipesawat Iran, dengan kerusakan dikategorikan minor dan pilot mendarat dengan selamat.
Catatan ini memberikan perspektif objektif terhadap klaim IRGC tembak jatuh, sekaligus menjadi referensi krusial dalam memetakan pola insiden jet tempur AS di Timur Tengah 2026 terkait aset F-35 AS Iran.
Pemerintah AS dan Israel hingga kini belum merilis detail teknis kerusakan. Investigasi internal CENTCOM terhadap insiden jet tempur AS di Timur Tengah 2026 masih berlangsung.


