Berita UtamaNews

Update Korban Tewas Bangunan Ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Menjadi 14 Orang

×

Update Korban Tewas Bangunan Ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Menjadi 14 Orang

Sebarkan artikel ini
Ponpes Al Khaziny 2
Proses pencarian dan evakuasi petugas SAR gabungan di Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo,. foto: tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Korban tewas ambruknya bangunan dan mushola di komplek Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo Bertambah menjadi 14 orang santri Sabtu, 3 Oktober 2025.

Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit kepada media mengatakan proses evakuasi terus berlangsung selama 24 jam dilakukan secara hati-hati dan maksimal.

Pada Jumat, 3 Oktober 2025 pada sore hari tim kembali menemukan sejumlah korban reruntuhan bangunan pada pukul 17:15 WIB, kemudian pukul 17:20 WIB dan pukul 17:30 WIB.

Kemudian tim SAR kembali menemukan korban keempat pada tengah malam pada pukul 23:00 WIB ditemukan di sekitar A4, seluruh korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Menurut Nanang dengan bertambahnya empat korban yang ditemukan pada malam hari itu kini total korban menjadi delapan orang di luar korban sebelumnya, seluruh korban meninggal ditemukan di lantai satu.

Sehingga total korban meninggal seluruhnya berjumlah 14 orang dari 117 orang yang berhasil dievakuasi tim SAR dan seluruh korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Berikut data terbaru korban meninggal yang berhasil teridentifikasi tersebut:

  1. Maulana Alfan Ibrahimavic (15)
    warga Bangkalan, domisili Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya
  2. Mochammad Mashudulhaq (14)
    warga Kalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya
  3. Muhammad Soleh (22)
    warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung
  4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17)
    warga Putat Jaya, Surabaya
  5. Moch. Agus Ubaidillah (14), warga Gresik Gadukan, Morokrembangan, Surabaya.

Sementara masih terdapat 9 korban lainnya hingga kini masih dalam proses identifikasi melalui pencocokan DNA di RS Bhayangkara Surabaya.

Penemuan korban saat itu ditemukan di sektor A3, sebagian di A2 dan satu lagi di sektor A4, seluruh korban diketahui dan ditemukan dalam kondisi utuh dan tidak saling berjauhan.

Proses pencarian korban dilakukan dengan maksimal dan hati-hati, petugas yang mengetahui atau melihat keberadaan korban langsung menghentikan pencarian dengan alat berat.

Alat berat akan kembali beroperasi setelah korban berhasil dievakuasi petugas, sehingga penggunaan ekskavator bukan untuk menggempur puing, namun mencari keberadaan korban.

Dari jumlah korban yang ditemukan tersebut hingga kini diperkirakan masih terdapat puluhan santri yang terjebak di dalam puing-puing bangunan sesuai absen yang ada.

Pada Jumat kemarin masih tercatat 53 hilang, jika dikurangi dengan jumlah penemuan korban hari ini diperkirakan masih terdapat 49 orang santri di dalam puing tersebut.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri dan BPBD serta relawan terus melakukan pencarian dengan membongkar puing-puing yang berada di reruntuhan komplek Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *