Berita Utama

Update Banjir dan Longsor di Sumut, 34 Orang Tewas dan 52 Lainnya Hilang

×

Update Banjir dan Longsor di Sumut, 34 Orang Tewas dan 52 Lainnya Hilang

Sebarkan artikel ini
banjir tapanuli
Banjir dahsyat di Tapanuli Selatan mengakibatkan belasan orang meninggal dunia. (Tangkapan Layar)

KITAINDONESIASATU.COM – Bencana banjir bandang dan tanah longsor hebat melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) dalam dua hari terakhir. Dampak kerusakan yang ditimbulkan sangat masif, dengan data terkini menunjukkan total 34 orang dilaporkan tewas dan 52 orang lainnya masih dinyatakan hilang serta 12 luka berat dan 77 orang luka ringan.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Ferry Walintukan mengonfirmasi bahwa musibah ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah pegunungan secara terus menerus sejak Selasa malam.

Daerah yang paling parah terdampak meliputi Kabupaten Tapunila Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal Dan Sibolga. Selain korban jiwa, ratusan rumah dilaporkan rusak berat, dan beberapa akses jalan utama di daerah tersebut terputus total akibat longsoran tanah dan material lumpur.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri telah dikerahkan dan terus berupaya mencari korban yang hilang. Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) dipusatkan di lokasi-lokasi yang tertimbun material longsor dan terseret arus banjir bandang.

Namun, kondisi medan yang sulit dijangkau serta cuaca ekstrem yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Sedikitnya terdapat 1.168 warga dari wilayah terdampak mengungsi di berbagai kabupaten di Sumut tersebut.

Pemerintah provinsi telah secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penyaluran bantuan logistik, pengobatan, serta proses evakuasi warga yang selamat ke posko-posko penampungan sementara.

Keluarga korban diimbau untuk bersabar dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari petugas. Prioritas utama tim SAR saat ini adalah menemukan 52 warga yang hilang sebelum kondisi cuaca kembali memburuk dan menghambat operasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *