Beberapa pekan lalu (7/4/2026), Trump pernah memperingatkan bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika konflik berlanjut.
Ancaman itu memicu spekulasi liar soal rencana penggunaan senjata nuklir Amerika Serikat terhadap Iran Teheran.
Kini, Trump menegaskan prinsipnya: “Senjata nuklir tidak boleh diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun.” Pernyataan ini jadi sinyal positif bagi stabilitas Trump nuklir Iran.
Namun, pernyataan Wakil Presiden JD Vance sebelumnya sempat memancing tanda tanya. Vance memperingatkan AS siap “mengintensifkan kerusakan” dengan senjata yang sebelumnya tidak digunakan.
Gedung Putih saat itu membantah Vance mengancam serangan nuklir. Tapi pernyataan itu tetap menambah dimensi baru dalam konflik AS Iran 2026.
Trump juga menekankan tujuannya: Iran “tanpa senjata nuklir” yang berpotensi menyerang kota-kota AS atau memicu ledakan di seluruh Timur Tengah.
Fokus ini menunjukkan bahwa rencana penggunaan senjata nuklir Amerika Serikat terhadap Iran Teheran bukan prioritas, melainkan pencegahan proliferasi nuklir.

