Berita Utama

Tragedi Jurnalis di Gaza, Lebih dari 200 Wartawan Gugur Akibat Serangan Israel

×

Tragedi Jurnalis di Gaza, Lebih dari 200 Wartawan Gugur Akibat Serangan Israel

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 37
Jurnalis Palestina di Gaza Kembali Gugur, Kini jumlahnya 201 Orang

KITAINDONESIASATU.COM – Jumlah jurnalis yang gugur di Gaza, Palestina, sejak dimulainya genosida oleh Israel pada Oktober 2023 telah melampaui 200 orang.

Pada Kamis (26/12), Kantor Media Pemerintah Gaza mengumumkan dalam sebuah pernyataan pers bahwa jumlah jurnalis yang meninggal dunia mencapai 201 orang, menyusul laporan tentang tewasnya sejumlah jurnalis yang bekerja untuk saluran TV Al-Quds Al-Youm.

Serangan udara Israel pada Kamis pagi di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza Tengah, menargetkan kendaraan siaran luar saluran tersebut, mengakibatkan lima jurnalis tewas.

Baca Juga  Benda Langit Berupa Meteor Lintasi Cirebon Jatuh di Laut Jawa

Para korban, yang mengenakan rompi bertuliskan “PRESS,” diidentifikasi sebagai Faisal Abu Al-Qomsan (reporter), Ayman Al-Jiddi (juru kamera), Ibrahim Syekh Ali, Mohammad Al-Ladaa, dan Fadi Hassouna.

Kantor Media Gaza mengecam tindakan ini sebagai pembunuhan yang disengaja terhadap jurnalis Palestina oleh Israel dan mendesak organisasi internasional, seperti Federasi Jurnalis Internasional dan Persatuan Wartawan Arab, untuk mengutuk kekerasan sistematis tersebut.

Selain itu, mereka menuduh Israel, Amerika Serikat, dan sekutunya, seperti Inggris, Jerman, dan Prancis, bertanggung jawab atas kejahatan ini.

Perang yang dilancarkan Israel di Gaza telah menewaskan hampir 45.400 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta menyebabkan lebih dari 107.000 lainnya terluka sejak 7 Oktober 2023.

Baca Juga  Gaza Pasca Konflik, Perjalanan Panjang Menuju Pemulihan

Serangan terbaru juga melibatkan pengeboman sebuah bangunan tempat tinggal di utara Kota Gaza, mengakibatkan lima jurnalis lainnya tewas dan sedikitnya 30 orang dilaporkan hilang.

Di tengah serangan ini, kondisi di kamp pengungsian semakin memburuk. Tiga bayi Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat hipotermia di tengah blokade yang membatasi akses makanan, air, dan kebutuhan musim dingin.

Hamas menuding Israel menunda kesepakatan gencatan senjata dengan menetapkan syarat-syarat baru dalam perundingan.

Di sisi lain, Israel terus mengintensifkan serangan, termasuk ke kamp pengungsi Tulkarem di Tepi Barat, yang menyebabkan delapan korban tewas, termasuk dua wanita dan seorang remaja.- ***

Baca Juga  KPK Sita Uang Tunai Rp 56 Miliar dari Rumah Japto dan 11 Mobil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *