Lebih dari sekadar kerugian materi, dampak psikologis terhadap para pemain muda (U-18) menjadi perhatian serius.
Federasi dan klub memiliki tanggung jawab moral untuk segera memberikan pendampingan psikologis pasca-trauma (post-traumatic support) kepada para atlet muda ini, agar perkembangan mental dan fokus mereka dalam berkarier tidak terhambat oleh insiden kriminal yang menakutkan ini.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan verifikasi mendalam terkait kronologi pasti, motif, dan identitas pihak-pihak yang terlibat dalam aksi nekat tersebut.***




