KITAINDONESIASATU.COM-Status pernikahan, pencapaian kaier, hingga perubahan fisik kerap muncul dalam perbincangan keluarga. Memang pertanyaan dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian, bagi sebagian orang, namun hal ini bisa menjadi beban tersendiri.
Menurut teori Cognitive Appraisal yang dikatakan Lazarus dan Folkman, stres muncul sebagai respons individu terhadap situasi tertentu, tergantung pada bagaimana seseorang menilai peristiwa tersebut.
Jika pertanyaan basa-basi dianggap sebagai tekanan, tubuh, dan pikiran akan bereaksi dengan stres. Makanya, mengubah cara pandang terhadap pertanyaan-pertanyaan ini bisa menjadi langkah awal untuk menghadapinya dengan lebih santai.
Psikolog dari Career and Student Development Unit (CSDU) FEB UGM, Anisa Yuliandri, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa tekanan sosial dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan mental.
Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan ini dapat memicu kecemasan, stres, bahkan menurunkan rasa percaya diri. Sebaliknya, jika disikapi dengan positif, tekanan sosial bisa menjadi motivasi untuk berkembang.
Tips Menghadapi Pertanyaan Basa-Basi
1. Bersikap Asertif
Sampaikan pendapat atau jawaban dengan cara yang sopan dan jelas tanpa menyinggung orang lain. Sikap asertif dapat membantu mengontrol situasi agar tetap nyaman.
2. Gunakan Humor
Menanggapi pertanyaan dengan candaan bisa mencairkan suasana dan menghindari ketegangan dalam obrolan.
3. Alihkan Pembicaraan
Jika merasa tidak nyaman, coba arahkan percakapan ke topik lain yang lebih netral dan menyenangkan.
4. Jangan Terlalu Dipikirkan
Tidak semua pertanyaan memiliki maksud negatif. Kebanyakan orang bertanya sekadar untuk mengisi suasana.
5. Tarik Napas dan Tenangkan Diri
Jika mulai merasa tertekan, tarik napas dalam-dalam dan berikan jeda sebelum menjawab.
6. Bersikap Jujur Jika Diperlukan
Tidak ada salahnya untuk mengungkapkan perasaan dengan jujur apabila pertanyaan yang diajukan terasa mengganggu.
Anisa mengingatkan agar tidak terlalu terbawa perasaan terhadap perkataan orang lain. Setiap individu memiliki perjalanan hidupnya sendiri, dan tidak perlu merasa terbebani oleh ekspektasi sosial. “Ingat, karena tuntutan social tidak ada yang perlu dikejar. Tetap fokus pada kebahagiaan dan perjalanan hidup masing-masing,” ujarnya belum lama ini.

