Berita Utama

Tidak Mengundang Iti Jayabaya, Pj Bupati Lebak Dinilai Minus Etika

×

Tidak Mengundang Iti Jayabaya, Pj Bupati Lebak Dinilai Minus Etika

Sebarkan artikel ini
hut lebak
foto istimewa

KITAINDONESIASATU.COM-Penjabat Bupati Lebak Gunawan Rusminto dinilai tidak punya etika, karena tidak mengundang mantan Bupati Lebak iti Octavia Jayabaya dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-196 Kabupaten Lebak, Senin (2/12/2024).

“Kami menilai Pj Bupati dianggap kurang beretika, karena tidak mengundang mantan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. Hal ini menimbulkan asumsi liar di masyarakat bahwa Pj Bupati tidak punya etika dalam menjalankan pemerintahan,” kata aktivis Lebak Selatan, Rizwan Comrade, Selasa (3/12/2024).

Rizwan mengatakan, bagaimana pun Iti Octavia Jayabaya adalah mantan pemimpin Lebak 2 periode, selayaknya punya tempat terhormat, apalagi di acara sakral yaitu HUT ke- 196 Lebak.

“Baru kali ini saya melihat Pj Bupati di Kabupaten Lebak yang etikanya minus. Padahal dalam menjalankan tugas sebagai bupati, harusnya bisa komunikasi dan koordinasi untuk sama-sama membangun Lebak,” ungkap Rizwan.

Rizwan menganggap Pj Bupati Lebak hanya diam dan hanya menikmati jabatan. Bahkan, tidak peka terhadap isu yang sedang berkembang, khususnya di wilayah Selatan. “Masih banyak jalan rusak di berbagai wilayah di Kabupaten Lebak (yang seharusnya) menjadi sorotan. Fakta Lebak masih jadi daerah tertinggal masih isu utama,” ujarnya.

“Ditambah lagi soal isu puluhan karyawan vendor yang bekerja di lingkungan PT. Cemindo Gemilang, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dianggap secara sepihak,” sambungnya.

Pada momentum HUT ke-196 Lebak, Rizwan berharap ke depan Kabupaten Lebak tidak lagi dibangun dengan keegoisan seorang pemimpin. Namun, dengan kolaborasi antar stakeholder agar ini jadi bagian pembangunan bersama dan kemajuan bersama.

“Selama ini, kegagalan Pj Bupati Lebak memimpin itu hanya disibukkan dengan persoalan Pilkada, sedangkan persoalan ketertinggalan di Lebak kurang peka dalam menuntaskan,” tegas Rizwan.

Pada bagian lain, Pj Bupati Lebak, Gunawan Rusminto, dijadwalkan akan mengunjungi lokasi konflik agraria di Blok Tenjolaya, Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, hari Kamis (5/12 /2024).

Langkah ini diambil terkait aksi unjuk rasa yang digelar Mahasiswa Taktis Demokratis Wanasalam (Mata Dewa) dan Aliansi Rakyat, Mahasiswa, Pemuda, dan Santri (RAMPAS) di halaman Kantor Bupati Lebak, Senin sore.

Gunawan Rusminto didampingi Sekda Lebak Budi Santoso, Kepala Bapelitbangda Yosep Mohamad Cholis, dan sejumlah pejabat lainnya, menemui demonstran tanpa mempedulikan hujan yang membuat mereka basah kuyup.

Koordinator lapangan aksi, Refi Rizali, mengungkapkan, sebelum menuju kantor bupati, kelompok Mahasiswa Mata Dewa dan Aliansi RAMPAS sempat mengadakan aksi di Tenjolaya dan merobohkan plang papan nama milik PT Malingping Indah Internasional (PT MII) di lokasi pintu masuk area tanah konflik. Tindakan ini menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap klaim perusahaan atas tanah di Blok Tenjolaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *