Menurut Straits Times, seminggu setelah dilantik sebagai Presiden, Prabowo memulai tur diplomatik yang cepat. Prabowo melakukan kunjungan ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping.
Di minggu yang sama, Prabowo menuju ke Amerika Serikat bertemu Presiden Joe Biden dan berbicara dengan Presiden AS terpilih Donald Trump. Selain itu, Prabowo juga menghadiri pertemuan multilateral besar seperti APEC.
“Rangkaian tur cepat ini menandakan niat Prabowo untuk menempatkan Indonesia di pusat diplomasi internasional,” tulis Straits Times.
Menurut Straits Times, motivasi Prabowo melakukan rangkaian tur ke negara adidaya tersebut mungkin lebih berkaitan dengan faktor ekonomi daripada geopolitik atau kepentingan pribadi. Salah satu tujuan utamanya adalah mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Untuk mencapai target tersebut, Prabowo bergantung pada upaya menarik investasi infrastruktur besar-besaran yang dirancang untuk meningkatkan konektivitas dan produktivitas di seluruh kepulauan Indonesia.(*)

