Berita UtamaNews

Tenang Sebelum Berangkat, Jemaah Haji Pegang Kartu Nusuk Sejak Indonesia

×

Tenang Sebelum Berangkat, Jemaah Haji Pegang Kartu Nusuk Sejak Indonesia

Sebarkan artikel ini
kartu nusuk
Dok. Kartu Nusuk Jemaah Haji 2025. (Dok. MCH 2025)

KITAINDONESIASATU.COM – Kabar penting bagi calon jemaag haji. Pemerintah Indonesia melalui KJRI Jeddah menyiapkan langkah strategis demi menjamin kelancaran dan ketenangan ibadah haji. Kartu pintar Nusuk dipastikan akan dibagikan sejak jemaah masih berada di tanah air, bukan lagi setibanya di Arab Saudi.

Staf Teknis KJRI Jeddah, Hasyim Hilaby, menegaskan kebijakan ini sengaja diambil untuk menghilangkan kecemasan jemaah sebelum keberangkatan. Dengan kartu Nusuk sudah di tangan sejak dari Indonesia, jamaah dipastikan memiliki akses resmi dan sah ke wilayah-wilayah vital ibadah haji.

“Ini soal ketenangan psikologis. Jemaah berangkat sudah merasa aman dan pasti,” ujar Hasyim saat pelatihan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Jakarta, Sabtu (11/1) malam.

Kartu Nusuk bukan sekadar identitas biasa. Inilah kunci utama masuk ke kawasan sakral seperti Makkah, Madinah, hingga Arafah saat puncak haji, sekaligus gerbang menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kartu ini berfungsi sebagai filter ketat agar tidak ada pihak ilegal yang mengacaukan pergerakan jemaah haji resmi.

Distribusi kartu Nusuk langsung dari Indonesia juga dinilai langkah krusial untuk memangkas berbagai masalah klasik yang kerap muncul jika pembagian dilakukan setibanya di Arab Saudi. Dengan begitu, setibanya di Tanah Suci, jamaah langsung fokus beribadah tanpa drama administratif.

Tak hanya itu, aktivasi kartu Nusuk juga dipastikan dilakukan sejak dini di Indonesia. Jika terjadi gangguan sistem atau kendala teknis setelah tiba di Arab Saudi, tim teknis lapangan telah disiagakan untuk memberikan bantuan cepat.

Aplikasi Nusuk berfungsi sebagai backup darurat, misalnya jika jemaah tertinggal rombongan, tersasar di sekitar hotel, atau lupa membawa kartu fisik. Namun untuk akses utama kawasan ibadah, kartu Nusuk tetap menjadi instrumen kunci.

Hasyim juga menegaskan bahwa jemaah haji Indonesia sudah sangat mudah dikenali, bahkan tanpa aplikasi digital. Seragam batik haji Indonesia telah menjadi identitas visual yang akrab bagi petugas keamanan Arab Saudi maupun masyarakat setempat.

“Petugas Saudi sudah langsung tahu itu jemaah Indonesia. Yang perlu diwaspadai justru orang-orang yang masuk hotel tapi bukan jemaah haji,” ujarnya.

Dengan kebijakan ini, diharapkan beban pikiran jemaah dapat berkurang, sehingga mereka dapat menjalani rangkaian ibadah haji dengan lebih khusyuk, tenang, dan tanpa kekhawatiran teknis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *