“Kami menargetkan agar tahun depan program ini bisa direalisasikan, karena persoalan sampah tidak bisa menunggu. Pemerintah menyiapkan berbagai skema, mulai dari TPS 3R, bank sampah, hingga pembangunan PSEL, tergantung pada potensi timbulan sampah di tiap daerah,” ungkap Hanifah.
Ia menegaskan, pemerintah telah menargetkan penyelesaian persoalan sampah secara nasional pada 2029. Oleh karena itu, dukungan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi faktor yang sangat krusial.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, memastikan kesiapan pasokan sampah dari wilayah Bogor.
“Kota Bogor menyumbang sekitar 500–600 ton per hari, sementara Kabupaten Bogor mencapai 1.000–1.200 ton per hari. Kami siap mendukung program ini agar setiap hari sampah bisa diolah melalui PSEL,” ujar Denni.
Plt Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menambahkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sejumlah lahan tambahan yang akan dibebaskan pada 2026 untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
“Kami bekerja sama dengan Kota Bogor untuk melengkapi kebutuhan lahan dan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan dan drainase,” pungkasnya. (Nicko)

