Berita UtamaNews

Tabrakan Tragis Jeju Air! Penyebab Masih Misteri, Keluarga Korban Menunggu Jawaban

×

Tabrakan Tragis Jeju Air! Penyebab Masih Misteri, Keluarga Korban Menunggu Jawaban

Sebarkan artikel ini
FotoJet 13 9
Petugas pemadam kebakaran mencari sisa-sisa di antara puing-puing pesawat Jeju Air yang hancur di Bandara Internasional Muan. (Foto: YONHAP)

KITAINDONESIASATU.COM – Otoritas Korea Selatan meningkatkan investigasi atas kecelakaan pesawat Jeju Air 7C2216 di Bandara Internasional Muan yang menewaskan 179 dari 181 orang di dalamnya.

Insiden ini menimbulkan desakan untuk segera mengungkap penyebab kecelakaan dan mengidentifikasi korban. Demikian dilaporkan The Guardian pada Selasa, 31 Desember 2024.

Sebanyak 175 penumpang dan empat awak tewas dalam kecelakaan tersebut. Keluarga korban tetap berada di lokasi untuk meminta informasi lebih lanjut.

Petugas menggunakan analisis DNA cepat untuk akselarasi identifikasi lima jenazah yang belum terverifikasi, sementara jenazah lainnya telah teridentifikasi tetapi masih berada di kamar mayat sementara.

Penyebab Kecelakaan Masih Menjadi Misteri

Penyebab pasti kecelakaan belum diketahui. Teori awal menyebutkan kemungkinan tabrakan dengan burung, meskipun beberapa ahli meragukan hal ini.

Penyelidik juga memeriksa apakah ada sistem kendali pesawat yang tidak berfungsi dan mengapa pilot mencoba mendarat dengan kecepatan tinggi dalam keadaan darurat.

Pesawat Boeing 737-800 tersebut mengalami pendaratan darurat yang dianggap tidak lazim oleh para pakar, termasuk John Nance, mantan pilot yang mempertanyakan keputusan tersebut.

Kritik terhadap Tata Letak Bandara

Para ahli mengkritik desain bandara, terutama tanggul besar di dekat landasan pacu yang dianggap tidak memenuhi standar industri.
Pesawat diketahui menabrak pembatas ini sebelum melemparkan para penumpang ke area sekitar.

Pejabat Korea Selatan membela desain tersebut sebagai sesuai standar, meskipun beberapa ahli menyarankan jarak tanggul setidaknya 300 meter dari ujung landasan pacu.

Respon Pemerintah dan Tantangan Baru

Penjabat Presiden Korea Selatan, Choi Sang-mok, memerintahkan pemeriksaan keselamatan menyeluruh terhadap operasi penerbangan di negara itu dan inspeksi terhadap 101 pesawat Boeing 737-800.

Choi juga menetapkan masa berkabung selama tujuh hari dan mendesak transparansi dalam investigasi.

Perwakilan dari lembaga internasional, termasuk Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan Boeing, turut serta dalam investigasi. Namun, proses penyelidikan diperkirakan memakan waktu lebih lama karena perekam data penerbangan rusak, meskipun perekam suara kokpit masih dalam kondisi lebih baik.

Paralel dengan Tragedi Sewol

Keluarga korban khawatir kecelakaan ini akan mengulang lambannya respons pemerintah seperti pada bencana feri Sewol 2014, yang menewaskan lebih dari 300 orang. Hingga kini, empat jenazah telah diserahkan kepada keluarga, sementara proses identifikasi dan investigasi terus berlangsung.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *