Kekuatan media sosial menjadi pendorong popularitas kuliner tradisional Garut ini. Tanpa promosi berbayar, konten pengunjung kerap masuk FYP dan ditonton jutaan kali.
Roni Sukmawan, PIC Surabi Bakar Berlian Garut, menjelaskan rahasia tekstur khas surabi mereka. “Kami pakai kelapa fresh dengan parutan agak kasar. Jadi gurihnya kerasa. Dibakar dengan kayu bakar,” katanya.
Tempat makan estetik Garut ini menawarkan varian gurih favorit seperti telur-oncom dan telur-abon. Untuk pencinta manis, perpaduan cokelat, keju, dan susu menjadi menu paling diminati. Harga terjangkau, mulai Rp4.000 hingga Rp15.000 per porsi.
Ani, salah satu pelanggan, memuji Surabi Bakar Berlian Garut. “Tempatnya estetik, surabinya enak. Aku pesan abon, telur pedas, dan matcha keju. Pemandangannya bagus, dijamin enak,” tuturnya.
Kedai ini bahkan pernah dikunjungi tokoh nasional Bima Arya yang mengapresiasi dan menyarankan pengembangan produk menjadi frozen food untuk oleh-oleh.
Surabi bakar dengan pemandangan Gunung Guntur ini melayani pelanggan setiap hari dalam dua sesi: pukul 06.00–10.00 WIB dan 17.00–22.00 WIB. Pemesanan juga tersedia melalui WhatsApp dan layanan pesan antar.





