Berinovasi Terus Menerus dan Beradaptasi dengan Cepat
Inovasi tidak terbatas pada pengembangan produk, ini mencakup model bisnis, saluran pengiriman, keterlibatan pelanggan, dan strategi penetapan harga. Selama pandemi, banyak UKM harus berinovasi atau tutup.
Rorokenes, UKM yang berbasis di Semarang yang memproduksi tas ramah lingkungan buatan tangan, mengubah model bisnis mereka dengan menawarkan pengalaman showroom virtual dan bermitra dengan influencer untuk meningkatkan visibilitas selama penguncian. Kelincahan ini memungkinkan mereka untuk tetap terdepan sementara pesaing yang hanya mengandalkan ritel tradisional berjuang.
Berkolaborasi dan Membangun Kemitraan Strategis
Kemitraan strategis dapat memberi UKM akses ke pasar, teknologi, dan basis pelanggan baru.
TaniHub, startup di sektor agritech, bermitra dengan koperasi petani dan perusahaan logistik untuk menciptakan rantai pasokan yang mendukung petani lokal dan mengirimkan produk segar langsung ke konsumen dan restoran. Model mereka mengungguli perantara dan grosir tradisional dengan menawarkan harga yang lebih baik untuk petani dan pembeli sambil memastikan ketertelusuran dan kualitas.
Memenangkan kompetisi bisnsi di sektor UKM bukan tentang menjadi pemain terbesar, melainkan menjadi yang paling cerdas dan paling mudah beradaptasi. Dengan berfokus pada ceruk pasar, membangun merek yang kuat, memanfaatkan teknologi, memberikan layanan pelanggan yang sangat baik, tetap inovatif, dan membentuk kemitraan strategis, UKM dapat berhasil mengalahkan pesaing dan mengukir posisi pasar yang berkelanjutan.
Batik Kultur, Kopi Kenangan, Brodo, Jagoan Hosting, Rorokenes, dan TaniHub menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, usaha kecil pun dapat berkembang dan memimpin di pasar yang kompetitif.(*)

