KITAINDONESIASATU.COM- Upaya menata wajah kota sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan ruang publik terus menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Keberhasilan program penertiban dan penataan kabel udara yang dinilai mampu memperbaiki estetika kota tersebut kini menarik perhatian daerah lain. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang pun datang langsung ke Kota Bogor untuk mempelajari kebijakan dan mekanisme penataan yang telah diterapkan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kehadiran Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bersama jajaran Pemkab Karawang di Balai Kota Bogor, Senin 12 Januari 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Pemkab Karawang ke Pemkot Bogor dalam rangka ikhtiar menata wilayah, khususnya penertiban dan penataan kabel udara di Kabupaten Karawang.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim menjelaskan bahwa Pemkot Bogor pada tahun 2026 menargetkan penataan dan perapihan kabel sepanjang 31 kilometer yang tersebar di berbagai ruas jalan di Kota Bogor. Program tersebut merupakan kelanjutan dari upaya penataan yang telah dilakukan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2024, Pemkot Bogor telah menurunkan kabel sepanjang 4 kilometer, kemudian dilanjutkan pada tahun 2025 dengan penurunan kabel sepanjang 5 kilometer. Penataan tersebut dilakukan secara berkelanjutan dengan prioritas pada jalur-jalur strategis.
“Tahun 2026 maksimal sampai dengan 31 kilometer yang tersebar di berbagai titik, utamanya jalur protokol serta jalan milik kota, provinsi, maupun nasional. Harapannya dapat meningkatkan estetika kota dan mengefisienkan lahan yang selama ini terlihat berantakan karena terbebani tiang dan kabel,” jelas Dedie Rachim.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan penataan kabel udara tersebut menjadi lebih mudah berkat adanya kerja sama antara Pemkot Bogor dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel). Kolaborasi tersebut memungkinkan proses penataan dilakukan secara terkoordinasi dan bertahap.
“Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Jika diperhatikan, kondisi kabel cukup mengganggu, sehingga diturunkan agar lebih tertib,” kata Dedie Rachim.
Sementara itu, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menilai program penertiban dan penurunan kabel udara serta penataan wilayah yang dilaksanakan Pemkot Bogor sudah berjalan dengan rapi dan berhasil. Keberhasilan tersebut mendorong pihaknya untuk mempelajari lebih lanjut mekanisme, kebijakan, serta regulasi yang diterapkan oleh Pemkot Bogor.
“Saya sebagai Bupati Karawang bersama jajaran Pemkab Karawang ingin mengetahui dari Pak Wali Kota Bogor terkait penataan kabel udara yang ada di pusat kota yang tampak sudah sangat baik. Melalui kunjungan ini, saya ingin belajar dan melihat langsung penataan serta estetika Kota Bogor yang sudah baik untuk kemudian diaplikasikan di Kabupaten Karawang,” kata Aep Syaepuloh.
Menurutnya, area kabel komunikasi merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat yang harus ditata dengan rapi dan tetap memperhatikan estetika kota. Penataan tersebut dinilai penting karena apabila dibiarkan, kabel udara berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, termasuk risiko keselamatan bagi masyarakat.
Oleh karena itu, Pemkab Karawang berharap melalui kunjungan kerja ini dapat memperoleh gambaran menyeluruh terkait pola penataan kabel udara yang efektif, sehingga dapat diterapkan secara bertahap di wilayah Kabupaten Karawang demi menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman. (Nicko)

