Strategi Unik: “Biaya Transit” Selat Hormuz
Salah satu poin paling menarik adalah skema pengelolaan Selat Hormuz. Iran mengusulkan protokol transit terkoordinasi dengan angkatan bersenjata mereka.
Setiap kapal yang melintas akan dikenakan “biaya transit” sekitar US$2 juta. Pendapatan ini akan dibagi dengan Oman, dengan porsi Iran dialokasikan khusus untuk rehabilitasi infrastruktur perang.
Skema ini dinilai cerdas: Teheran mendapat kompensasi tanpa meminta tunai langsung, sekaligus memperkuat posisi geopolitik di jalur energi paling strategis di dunia.
Poros Perlawanan: Pukulan Telak bagi Musuh
SNSC juga menyoroti peran kunci sekutu regional. Dalam 40 hari terakhir, Iran bersama pejuang perlawanan di Lebanon, Irak, Yaman, dan Palestina disebut telah melumpuhkan kapasitas militer, ekonomi, dan politik musuh.
“Mesin perang AS di kawasan hampir sepenuhnya hancur. Infrastruktur yang dibangun musuh selama bertahun-tahun runtuh dalam hitungan minggu,” klaim pernyataan tersebut.
Akibatnya, AS disebut mulai meminta gencatan senjata sekitar 10 hari setelah perang dimulai—permintaan yang awalnya ditolak Iran karena tujuan strategis belum tercapai.

