Berita UtamaNews

Smartwatch Kopilot Jadi Sorotan Usai Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulawesi Selatan

×

Smartwatch Kopilot Jadi Sorotan Usai Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulawesi Selatan

Sebarkan artikel ini
Smartwatch Kopilot

KITAINDONESIASATU.COM — Peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, terus menyita perhatian publik. Di tengah proses pencarian dan evakuasi yang masih berlangsung, perhatian masyarakat kini tertuju pada temuan smartwatch milik kopilot pesawat, Farhan Gunawan, yang dilaporkan masih merekam aktivitas setelah insiden kecelakaan terjadi.

Berdasarkan pemberitaan sejumlah media nasional seperti CNN Indonesia, detik.com, Jawa Pos, dan Garuda TV, smartwatch tersebut terhubung dengan ponsel milik kopilot yang telah ditemukan lebih dulu oleh tim SAR. Data yang muncul di perangkat itu menunjukkan adanya pencatatan jumlah langkah kaki dalam jumlah besar pada waktu setelah pesawat dinyatakan jatuh. Informasi inilah yang kemudian viral dan memicu berbagai spekulasi di ruang publik.

Detik.com melaporkan bahwa data pada smartwatch mencatat aktivitas hingga lebih dari 13 ribu langkah pada 18 Januari 2026, atau sehari setelah pesawat dilaporkan hilang kontak. Temuan tersebut pertama kali disampaikan oleh pihak keluarga kepada media, yang kemudian berharap data itu dapat menjadi petunjuk penting dalam upaya pencarian lanjutan. Keluarga juga meminta agar wilayah penyisiran diperluas, mengingat medan lokasi jatuhnya pesawat sangat sulit dijangkau.

Sementara itu, Basarnas melalui pernyataan resminya yang dikutip CNN Indonesia membenarkan adanya temuan ponsel dan data smartwatch tersebut. Namun, Basarnas menegaskan bahwa informasi itu belum dapat dijadikan dasar kesimpulan mengenai kondisi korban. Menurut Basarnas, data pada smartwatch masih perlu dianalisis lebih lanjut karena perangkat elektronik dapat mencatat aktivitas akibat berbagai faktor, termasuk pergerakan saat evakuasi, benturan, atau gangguan teknis pascakecelakaan.

Baca Juga  Anggaran Perang AS Melawan Iran Mencapai 50 Miliar Dollar AS, Perkiraan Terlalu Rendah

Pihak kepolisian daerah Sulawesi Selatan juga dilibatkan untuk membantu penelusuran digital. Jawa Pos melaporkan bahwa unit siber kepolisian tengah berupaya menelusuri kemungkinan jejak koordinat terakhir yang tersimpan di perangkat tersebut, meski peluang keberhasilan sangat bergantung pada kondisi sinyal dan daya baterai smartwatch saat kejadian.

Di media sosial, kabar tentang smartwatch kopilot yang masih aktif berkembang luas dan menjadi topik trending. Sejumlah warganet menyampaikan harapan akan adanya korban yang selamat, namun tidak sedikit pula yang mengingatkan pentingnya menunggu pernyataan resmi dari otoritas terkait. Garuda TV dalam laporannya menekankan bahwa proses pencarian tetap berfokus pada prosedur standar SAR, tanpa bergantung pada satu indikator teknologi semata.

Baca Juga  Kendaraan Bermuatan 8 Ton Dilarang Lewati Jalan Plumpang Semper Pada Jam Sibuk 

Hingga kini, operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 masih terus dilakukan dengan melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan setempat. Otoritas berwenang meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan, baik terkait data smartwatch maupun penyebab kecelakaan pesawat tersebut.

(BiiHann ^^)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *