Berita Utama

Sinergi TNI dan Pemkot Jadi Kunci Kota Bogor Aman dan Investasi Tumbuh

×

Sinergi TNI dan Pemkot Jadi Kunci Kota Bogor Aman dan Investasi Tumbuh

Sebarkan artikel ini
DANDIM
Dedie Rachim Apresiasi Dandim Lama, Sambut Kepemimpinan Baru Kolonel Gan Gan Rusganda (KIS/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bogor, sinergi antara pemerintah daerah dengan unsur TNI-Polri kembali ditekankan sebagai faktor kunci. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa tantangan pembangunan kota saat ini tak bisa diselesaikan secara sektoral, melainkan memerlukan kolaborasi menyeluruh antar-lembaga, terutama Forkopimda.

Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri acara Kenal Pamit Komandan Kodim 0606/Kota Bogor di Aula Sudirman Pusdikzi Kodiklat TNI-AD, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Sabtu 6 September 2025. Dalam acara tersebut, Dedie memberikan apresiasi atas pengabdian Kolonel Infanteri Dwi Agung Prihanto yang telah purna tugas sebagai Dandim 0606/Kota Bogor, sekaligus menyambut Kolonel Kavaleri Gan Gan Rusganda sebagai pejabat baru.

“Tantangan Kota Bogor ini masih relatif banyak. Untuk itu, ke depan tentu harapannya kepada Dandim 0606 yang baru, kita kuatkan lagi kolaborasi dan sinergi, kita kuatkan lagi kerja sama Forkopimda-TNI-Polri untuk menjaga dan memastikan bahwa Kota Bogor aman, kondusif untuk investasi dan pertumbuhan ekonomi,” ucap Dedie.

Ia menekankan bahwa kondisi aman dan kondusif tidak hanya penting untuk kenyamanan warga, tetapi juga menjadi prasyarat utama agar investasi dapat masuk dan pembangunan bisa berjalan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga menyinggung program prioritas nasional yang saat ini tengah digencarkan di Kota Bogor, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini ditargetkan pemerintah pusat dapat mencakup 82 titik dapur umum di Kota Bogor pada tahun 2027. Namun, hingga kini baru 20 dapur yang siap beroperasi.

Menurutnya, percepatan program MBG hanya bisa tercapai apabila seluruh elemen, termasuk TNI dan Polri, terlibat aktif dalam pelaksanaannya.

“Saat ini baru 20 dapur yang siap, tentu perlu koordinasi Forkopimda agar titik-titik yang sudah dipesan bisa segera terealisasi. Jika ada kendala, kita bisa melibatkan yayasan atau lembaga kredibel yang berkomitmen mempercepat pelaksanaan MBG di Kota Bogor,” jelas Dedie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *