Dekan FIB USU, Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A., menyambut baik kolaborasi ini.
“Ini merupakan kegiatan akademik kolaboratif yang diinisiasi oleh Fakultas Ilmu Budaya bersama Karo Foundation, dan diimplementasikan melalui Program Studi Ilmu Sejarah,” katanya.
Ia berharap hasil simposium ini akan terdokumentasi dalam bentuk buku rujukan bagi kalangan akademisi maupun masyarakat luas.
Sekretaris Program Studi Ilmu Sejarah USU, Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si., yang juga merupakan anggota Pilar 1 Karo Foundation, menilai simposium ini sebagai langkah penting dalam memperkuat identitas budaya Karo.
“Suku Karo memiliki potensi luar biasa yang perlu digali. Melalui kegiatan ini, kita menelusuri kembali relasi yang lama tertimbun oleh waktu,” ungkapnya.
Selain menjadi forum ilmiah, simposium ini juga menjadi momentum strategis dalam pelestarian budaya Karo. Pemerintah Kabupaten Karo, yang diwakili langsung oleh Bupati, menunjukkan dukungannya secara penuh.
Salah satu program yang dirancang Karo Foundation ke depan adalah digitalisasi aksara Karo serta implementasinya pada fasilitas publik di Kabupaten Karo.



