Berita UtamaNews

Setelah Penantian Panjang, Mary Jane Veloso Bertemu Kembali dengan Keluarga

×

Setelah Penantian Panjang, Mary Jane Veloso Bertemu Kembali dengan Keluarga

Sebarkan artikel ini
FotoJet 12 9
Mary Jane Veloso bertemu kembali dengan orang tua dan putra-putranya di Filipina. (Foto: Lisa Marie David/Reuters)

KITAINDONESIASATU.COM – Disambut hangat keluarganya, Mary Jane Veloso akhirnya tiba di Manila pada hari Rabu, 18 Desember 2024. Tangis bahagia mewarnai wajah mereka yang penuh senyuman.

Kedatangan Veloso menjadi momen penuh haru yang membawa kebahagiaan Natal lebih awal bagi banyak orang di Filipina, yang selama ini mendukung perjuangannya untuk keadilan.

Mary Jane, –yang divonis hukuman mati pada 2010 atas tuduhan perdagangan narkoba– lolos dari eksekusi regu tembak pada April 2015.

Ia tetap teguh menyatakan dirinya tidak bersalah, mengklaim bahwa ia telah ditipu untuk membawa koper berisi narkoba saat berangkat ke luar negeri untuk pekerjaan baru.

Baca Juga  VIRAL! Aksi Pencurian HP di Mall Cijantung Terekam CCTV, Netizen: Sepertinya Sudah Lihai

“Saya sangat bahagia akhirnya kembali ke negara saya,” ujar Mary Jane kepada wartawan dari balik gerbang Lembaga Pemasyarakatan Wanita, tempat ia akan menjalani hukuman seumur hidup.

Di sana, ia dapat menerima kunjungan keluarganya setiap hari. Veloso juga mengajukan permohonan grasi kepada presiden.

Di luar penjara, sejumlah kelompok berkumpul dengan lentera dan hadiah simbolis bertuliskan “pengampunan,” sebagai bentuk dukungan untuk Mary Jane.

Di media sosial, pesan-pesan dukungan juga mengalir deras, mengingatkan kembali pada kampanye besar-besaran yang berhasil menyelamatkan hidupnya pada 2015 berkat tekanan diplomatik dan protes publik.

Baca Juga  Ivanka Trump Fokus pada Keluarga, Menjauh dari Politik 'Gelap dan Negatif'

Mary Jane Veloso kini dianggap sebagai simbol harapan dan keberanian bagi warga Filipina, terutama mereka yang berjuang melawan ketidakadilan di luar negeri.

Joanna Concepcion dari Migrante International menyebut Mary Jane sebagai “pahlawan hidup” yang menginspirasi perjuangan melawan perdagangan manusia.

Kisah Veloso juga menyoroti kebutuhan mendesak akan reformasi kebijakan untuk melindungi pekerja Filipina di luar negeri.

Liza Maza, mantan anggota parlemen yang terlibat dalam penyusunan Undang-Undang Antiperdagangan Orang, menegaskan bahwa Veloso adalah korban dari kemiskinan struktural yang memaksa jutaan warga Filipina mencari nafkah di luar negeri.

Perjalanan panjang mencari keadilan telah membawa banyak keajaiban bagi Mary Jane dan keluarganya, termasuk penangguhan eksekusi pada menit terakhir pada 2015 dan selamat dari berbagai masalah kesehatan.

Baca Juga  Kementerian Imipas Sinergi dengan Kejaksaan Agung Tangani Berbagai Persoalan

Kini, mereka berharap keajaiban kelima berupa pengampunan presiden dapat terwujud.

Putra-putranya, Darren dan Daniel, yang masih kecil ketika Mary Jane meninggalkan Filipina pada 2010, kini bersemangat untuk menghabiskan waktu bersama ibunya.

Celia, ibu Mary Jane, berharap tidak ada lagi anggota keluarganya yang harus meninggalkan Filipina untuk mencari nafkah.

“Selama kami bersama, menghadapi kesulitan apa pun tidak masalah,” katanya penuh harap.- ***

Sumber; The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *