Masing-masing kelompok memilih seorang pemimpin, disebut bebato, yang bertugas memilih “ayam” yang akan bertanding. Pemain yang terpilih sebagai ayam akan masuk ke dalam sarung, bersiap untuk bertanding melawan ayam lawan.
Pertandingan dimulai ketika kedua kelompok saling berhadapan di tengah lapangan. Ayam-ayam yang bertarung harus saling mendorong hingga lawan keluar dari garis batas lapangan.
Ayam yang berhasil mengalahkan lawannya akan memenangkan pertandingan. Kelompok yang mengumpulkan kemenangan terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.
Kukuruyuk ayam tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga strategi dalam memilih pemain. Permainan ini menanamkan nilai solidaritas dan kerja sama, sekaligus menjadi sarana hiburan yang penuh keceriaan.
Sebagai bagian dari warisan budaya Betawi, kukuruyuk ayam menjadi salah satu contoh kekayaan tradisi yang mempererat hubungan sosial masyarakat dan menjaga kelestarian budaya lokal. Permainan ini adalah simbol keceriaan dan persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.- ***

