KITAINDONESUASATU.COM – Melalui saluran MBC, muncul dugaan bahwa sayap kanan pesawat Jeju Air terkena serangan burung. Dugaan ini diperkuat oleh pesan yang diterima melalui pengguna KakaoTalk, yang turut mengonfirmasi kejadian tersebut.
Menurut News1, seorang pengguna A (nama samaran) yang sedang menunggu anggota keluarganya dalam penerbangan di Bandara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan, berkata, “Saya menerima kontak dari keluarga saya yang mengatakan ada masalah dengan pesawat, dan saya belum dapat melakukannya. untuk menghubungi mereka sejak saat itu.”
Menurut KakaoTalk A, penumpang B menghubungi A pada jam 9 pagi dan mengatakan, “Seekor burung tersangkut di sayap sehingga mencegah pendaratan.” Ketika A bertanya sejak kapan, semenit kemudian B menjawab, “Tadi, apakah saya harus membuat surat wasiat?” B belum dapat dihubungi sejak saat itu.
BACA JUGA : Kecelakaan Tragis Jeju Air 2216, 28 Tewas 151 Masih Hilang
Kronologi Kecelakaan Jeju Air
Pesawat yang berangkat dari Thailand pukul 1:30 pagi dijadwalkan mendarat di Bandara Muan pukul 8:30 pagi.
Upaya pendaratan pertama gagal, dan pesawat mencoba berputar kembali untuk mendarat.
Namun, pendaratan kedua juga tidak berhasil, sehingga pesawat keluar dari landasan, menabrak bangunan, dan terbakar.
Jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan, bertambah menjadi 120 orang, sementara tiga orang berhasil diselamatkan.
Sejauh ini, dua korban selamat telah diidentifikasi, yaitu seorang pria berusia 30-an dan seorang pramugari wanita berusia 20-an, yang langsung dibawa ke rumah sakit. Pihak berwenang telah mendirikan tempat penampungan sementara dan bekerja sama dengan rumah sakit besar di Gwangju untuk merawat para korban.
Pesawat yang membawa 181 penumpang, termasuk 173 warga Korea, dua warga Thailand, dan enam awak, mengalami kecelakaan pada Minggu (29/12/2024) pagi waktu setempat.

