KITAINDONESIASATU.COM- Hujan ekstrem yang mengguyur sejak Jumat (2/1) malam, memicu banjir besar di Kota Serang, Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan, sedikitnya 1.023 rumah terendam dan 3.033 jiwa terdampak akibat luapan air yang melanda sejumlah wilayah sejak Sabtu (4/1) pagi.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menyebut hingga pukul 04.25 WIB telah terjadi 12 titik banjir yang tersebar di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Total warga terdampak tercatat mencapai 1.087 kepala keluarga, menjadikan banjir kali ini sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa waktu terakhir.
Kecamatan Kasemen menjadi wilayah paling terdampak. Banjir merendam permukiman di Kroya Lama, Perum Puri Keraton, Sukajaya, Komplek Banten, Baru Bugis, Kendal, Ambon, Jabang Bayi, Jenggot, hingga Cikedung. Di Kroya Lama, ketinggian air sempat mencapai 60 sentimeter dan memaksa 50 kepala keluarga mengungsi. Sementara di Baru Bugis, air dilaporkan naik hingga satu meter, membuat aktivitas warga lumpuh total.
Tak hanya kawasan permukiman, banjir juga menggenangi kawasan wisata religi Masjid Agung Banten serta area pemakaman, dengan ketinggian air berkisar 10–20 sentimeter sebelum perlahan surut. Sejumlah fasilitas umum ikut terdampak, termasuk gedung SDN Pamarican 01 dan 02 serta SDN Ambon di Kelurahan Margaluyu yang terendam air.
Meski sebagian titik banjir mulai surut, genangan masih bertahan di wilayah Kendal dan Jenggot. Data sementara mencatat 62 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
BPBD Kota Serang telah menurunkan personel ke lapangan untuk memantau kondisi, membantu evakuasi warga, serta melakukan pendataan lanjutan di wilayah terdampak. Masyarakat diminta tetap waspada mengingat kondisi cuaca di Serang masih berawan dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Warga di daerah rawan banjir dan pengguna jalan diimbau berhati-hati serta terus memantau informasi cuaca terkini guna mengantisipasi kemungkinan bencana susulan. (*)



