Esron menambahkan bahwa rencana sementara adalah untuk segera membuka akses jalan, mengingat ada material longsor yang belum dibersihkan.
“Tembok penahan ini akan segera dijatuhkan, namun kami masih menunggu proses pembersihan material longsor. Prioritas kami sekarang adalah membuka akses terlebih dahulu,” tuturnya.
Sebelumnya, pada Selasa pagi, akses jalan di Kecamatan Silahisambungan mengalami longsor yang cukup parah, dengan 10 titik longsoran yang teridentifikasi.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Dairi menyebutkan bahwa sebanyak tiga alat berat telah diterjunkan untuk membersihkan material longsor, namun hingga Rabu sore, proses pembersihan masih berlangsung.
Selain longsor, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi juga mencatat adanya dua titik banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Silahisambungan dan Kecamatan Tanah Pinem. Warga dihimbau untuk tetap waspada karena intensitas hujan yang tinggi dapat memicu longsor susulan di wilayah tersebut. (lik/aps)


