DUA PASKIBRAKA ASAL SUMATERA UTARA

Di antara yang hadir adalah Muliana Pinem (alumni tahun 1983) Sri Wahyuni (alumni tahun 1984 dan Kristina Ginting (alumni tahun 80). Kristina Ginting merupakan alumni SMAN 1 Pancur Batu yang juga tergabung pada kelompok Paskibraka tahun 1979 di Istana Negara Jakarta. -Ist-
Kebanggaan besar menyelimuti Sumatera Utara setelah dua putra-putri terbaiknya terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional. Mereka adalah Adinata Kurniawan Harahap dari Kota Medan dan Kristine Andeska Beru Ginting dari Kabupaten Deliserdang.
Adinata, siswa kelas X SMA Adzkia Medan, dan Kristine, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pancurbatu, berhasil lolos setelah melalui seleksi ketat tingkat provinsi. Dari total 72 peserta yang ikut, hanya satu pasang yang mewakili Sumut di tingkat nasional — dan keduanya berhasil meraih posisi itu.
Perjalanan mereka menuju panggung nasional bukanlah hal mudah. Adinata yang bercita-cita menjadi taruna Akademi Militer (Akmil) dan Kristine yang ingin menjadi dokter, menjalani serangkaian latihan fisik dan mental yang intensif. Mulai dari lari jarak jauh, push-up, olahraga rutin, hingga pelatihan komunikasi dan disiplin.
Keduanya menyadari bahwa menjadi Paskibraka bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga mental yang kuat, kemampuan bekerja sama, serta rasa tanggung jawab terhadap tugas negara.
Kehadiran Adinata dan Kristine di Paskibraka Nasional diharapkan mampu menginspirasi generasi muda Sumut untuk terus berprestasi, berani bermimpi, dan berjuang meraihnya. Semangat mereka adalah bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan tekad kuat dapat membawa seseorang ke panggung kehormatan nasional.




