KITAINDONESIASATU.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) resmi memasuki babak akhir. Pada Jumat pagi, 23 Januari 2026, Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah korban kesepuluh atau korban terakhir di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, mengonfirmasi bahwa korban terakhir ditemukan oleh tim Elang 5 dari Yonif 700 Raider sekitar pukul 09.16 WITA. Jenazah tersebut ditemukan di area tebing curam atau jurang yang sangat sulit dijangkau.
Kondisi jasad dilaporkan dalam keadaan tidak utuh akibat benturan keras saat pesawat menabrak lereng gunung pada Sabtu (17/1) lalu.
Penemuan ini melengkapi total 10 orang person on board (POB) yang terdaftar dalam manifest, yang terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Alhamdulillah, pada hari ketujuh ini kami berhasil menemukan seluruh korban dan properti penting pesawat. Tim menggunakan teknik vertical rescue untuk mengangkat jenazah dari kedalaman jurang,” ujar Kolonel Dody di Posko Tompo Bulu.
Hingga saat ini, baru dua jenazah yang telah teridentifikasi secara resmi oleh tim DVI Polda Sulsel, yakni pramugari Florencia Lolita Wibisono dan pegawai KKP Deden Maulana. Sementara itu, delapan jenazah lainnya, termasuk temuan terbaru, sedang dalam proses evakuasi udara menggunakan helikopter menuju RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut.(*)

