Berita Utama

Selama Arus Mudik-Balik Empat Pelabuhan di Lampung Dimaksimalkan

×

Selama Arus Mudik-Balik Empat Pelabuhan di Lampung Dimaksimalkan

Sebarkan artikel ini
Bakauheni
Istimewa

KITAINDONESIASATU.COM-Empat pelabuhan di wilayah Provinsi Lampung akan digunakan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2025. Keempat pelabuhan itu adalah Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Pelabuhan PT Wijaya Karya (Wika) Beton di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Pelabuhan Panjang di Kota Bandarlampung, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bakauheni.

“Evaluasi sudah kita lakukan dalam pelaksanaan arus perjalanan di saat periode libur akhir tahun kemarin, dan semua berjalan dengan baik dan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo, kemarin.

Kata Bambang, dengan merujuk pelaksanaan pengaturan arus transportasi pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, besar kemungkinan akan menerapkan pola yang hampir sama saat periode mudik dan balik Lebaran 2025. “Untuk antisipasi penumpukan penumpang dan kendaraan yang menyeberang di Selat Sunda, akan digunakan skema yang serupa saat libur akhir tahun lalu yaitu memanfaatkan dermaga di empat pelabuhan penyeberangan yang ada,” ucap dia.

“Pada periode libur akhir tahun ada inovasi, dengan penggunaan dermaga yang ada di Pelabuhan Wika Beton, dan besok akan diterapkan lagi skenario yang sama disana,” kata Bambang.

Rute yang akan dioperasikan, lanjut Bambang, yaitu melalui Pelabuhan Panjang-Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bakauheni- Pelabuhan BBJ Bojanegara, Pelabuhan Bakauheni-Pelabuhan Merak, dan Pelabuhan Wika Beton-Pelabuhan Merak. “Guna memitigasi antrean panjang dan penumpukan arus mudik, dipersiapakan pelabuhan-pelabuhan alternatif,” katanya.

Kendati berdasarkan evaluasi penggunaan moda transportasi pada periode libur akhir tahun 2024, penyeberangan laut mengalami penurunan, pihaknya tetap melakukan langkah mitigasi. “Pada periode akhir tahun 2024 memang yang mengalami peningkatan adalah moda transportasi udara, karena ada tambahan rute penerbangan. Selain itu kereta api juga menjadi moda transportasi andalan dari Martapura. Namun, penyeberangan menurun tapi akan tetap kami siapkan untuk berjaga-jaga kalau ada peningkatan,” ujar Bambang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *