Berita UtamaNews

Sekolah di Blitar Diterjang Angin Kencang Atap Gedung Semburat

×

Sekolah di Blitar Diterjang Angin Kencang Atap Gedung Semburat

Sebarkan artikel ini
angin kencang
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Tak hanya terjadi wilayah Madiun saja, hujan lebat disertai angin kencang pada Kamis (31/10/2024) sore juga terjadi di wilah Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Hujan lebat yang disertai angin di wilayah utara Kabupaten Blitar misalnya berdampak terhadap sejumlah rumah tertimpa pohon di wilayah Kecamatan Gandusari.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto seperti dilansir Radio Persada FM Blitar menyebutkan beberapa rumah terdampak hujan angin terjadi disejumlah desa antara lain:

Di Desa Sukosewu, Sumberagung, Kotes dan Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar tertimpa pohon tumbang.

Selain itu juga beberapa ruas jalan terputus aksesnya, lantara tiang listrik roboh dan pohon tumbang di tengah jalan.

Bahkan dalam kejadian ini menyebabkan seorang warga bernama Supangat warga Dusun Rejosari, Desa Gandusari mengalami luka.

Selain itu sebuah rumah di Dusun Rejosari mengalami rusak ringan, satu kandang kambing tertimpa kayu genitri dan SDN Sumberagung 02 atapnya rusak akibat angin dan reruntuhan pohon.

Saat ini BPBD Kabupaten Blitar telah menugaskan personil untuk melakukan assessment dan penanganan kasus ini.

Sejumlah dinas terkait sudah dilakukan koordinasi untuk melaksanakan kegiatan penanganan lanjutan.

Terkait bencana ini, dua sekolah mengalami kerusakan berat yakni SD Negeri Sumberagung 2 dan TK Dharma Wanita Sumberagung 2 serta PAUD Pelita Bunda.

Sementara kerusakan di SD Negeri Sumberagung 2 menyebabkan bagian kantun, musola, perpustakaan dan 2 ruang kelas rusak parah.

Bahkan kegiatan belajar mengajar di desa ini terganggu, maka kegiatan belajar untuk kelas 1,2 dan 3 dilakukan secara daring.

Untuk kondisi TK Dharma Wanita mengalami rusak parah semuat atap kelas TK rusak terbang terbawa angin yang menyerang bangunan sekolah.

Akibatnya kegitan belajar mengajar di TK Dharma Wanita dihentikan sementara, begitu juga dengan PAUD Pelita Bunda juga dibur karena ruangan tak bisa dugunakan lagi.

BPBD Kabupaten Blitar sudah menginventarisir kerusakan sekolah, sementara warga dan pihak sekolah saat ini sedang membersikan puing-puing bangunan akibat tiupan angin dan hujan itu. **

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *