Pelaku, katanya, merasa dikejar-kejar. Dalam halusinasinya, bila bersama korban tidak merasa dikejar-kejar. “Motifnya sebetulnya dia hanya menjadikan anak ini sebagai tameng. Jadi dia takut, halusinasinya dikejar orang,” tuturnya.
Kasi Humas juga mengatakan pihaknya telah melakukan tes urine terhadap pelaku IJ. Hasilnya, IJ positif narkoba. “Karena dia memakai sabu, sudah diperiksa, dia positif pakai sabu,” ucap Nurma.
Dia juga mengungkap bahwa pelaku sudah menggunakan sabu sejak empat hari ke belakang. “Pengakuan dari pelaku, dia sudah memakai sabu sudah sejak empat hari,” kata Nurma mengakhiri. (Aris MP)
