Rusak pondasi hukum internasional
Lebih lanjut, Lavrov menilai pendekatan yang diterapkan AS itu justru merusak fondasi hukum internasional yang telah disepakati bersama.
“Kondisi ini membawa kita kembali ke masa di mana tak ada lagi aturan atau norma hukum yang dihormati. Keputusan-keputusan penting di tingkat dunia kini tak lagi ditentukan berdasarkan kesepakatan, melainkan hanya bergantung pada kekuatan yang dimiliki masing-masing pihak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kritiknya terhadap motif di balik kebijakan energi Amerika Serikat, yang dinilai kerap menarik diri dari perjanjian internasional yang telah disepakati bersama.
Dalam bagian lain pernyataannya, Lavrov juga menyoroti sisi diplomatik yang dinilai bermasalah dari pendekatan Washington.
“Saya menyarankan agar AS mulai membuka diri dan terlibat dalam dialog yang setara dengan pihak lain, alih-alih hanya mengambil langkah sepihak dan menarik diri dari kesepakatan yang telah disetujui bersama,” katanya.
Pernyataan ini disampaikan saat tengah berlangsung persiapan perjalanan utusan AS Steve Witkoff serta Jared Kushner ke Pakistan untuk menggelar serangkaian pembicaraan baru, yang turut menjadi sorotan dalam dinamika perebutan sumber energi dunia.



