KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada perdagangan Jumat (10/04/2026). Setelah sempat tertekan hebat dalam beberapa pekan terakhir, mata uang Garuda mulai melakukan rebound tipis, meski posisi dolar AS masih terpantau kokoh di atas level psikologis baru, yakni di kisaran Rp17.083.
Berdasarkan data pasar spot pagi ini, rupiah dibuka menguat tipis dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Para pelaku pasar mulai mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah, terutama wacana gencatan senjata antara AS dan Iran yang memberikan sedikit ruang napas bagi mata uang negara berkembang.
Namun, penguatan ini dinilai masih bersifat terbatas karena tingginya permintaan terhadap greenback sebagai aset aman (safe haven).
Sentimen positif di pasar domestik juga didorong oleh pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka hijau pada level 7.351,99 atau menguat sekitar 0,61%. Aktivitas pasar terpantau cukup aktif di awal sesi, mencerminkan ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang masif.
Analis memperkirakan rupiah akan bergerak volatil sepanjang hari ini. Meski ada tren penguatan, investor tetap disarankan waspada terhadap potensi aksi ambil untung dan fluktuasi harga komoditas global.
Bank Indonesia diharapkan terus memantau pasar untuk memastikan stabilitas nilai tukar tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.(*)

