KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terpantau mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Kamis pagi, 9 April 2026. Berdasarkan data pasar spot, mata uang Garuda melemah hingga menyentuh level Rp17.043 per Dolar AS.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang terjadi sejak pembukaan pasar. Para analis ekonomi menilai bahwa penguatan indeks Dolar AS (DXY) di pasar global menjadi faktor utama yang menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selain itu, sentimen pasar terkait kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Fed, yang masih bersifat ketat turut memicu aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar domestik.
Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan terus memantau fluktuasi ini dan melakukan langkah-langkah intervensi yang diperlukan guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Para pelaku pasar juga diimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin masih akan berlanjut hingga penutupan perdagangan sore nanti.(*)

