KITAINDONESIASATU.COM – Suasana duka menyelimuti RS Polri Kramat Jati, Rabu (10/12) siang, saat tujuh jenazah korban kebakaran ruko di Jakarta Pusat diserahkan kepada keluarga masing-masing. Proses memilukan itu dilakukan setelah seluruh korban dipastikan teridentifikasi oleh tim forensik.
“Penyerahan dilakukan setelah identifikasi rampung. Jenazah diserahkan ke penyidik, lalu diberikan kepada keluarga yang hadir,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di RS Polri.
Dikatakan Budi, proses pengurusan jenazah dibantu penuh oleh Dokkes Polri, tim Dokpol, dan RS Polri—mulai dari persiapan jenazah hingga pengantaran dengan pengawalan penuh.
Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono, Kepala RS Polri Kramat Jati, menegaskan bahwa pihaknya tidak memungut biaya sepeser pun dalam seluruh rangkaian serah terima jenazah.
“Tidak ada biaya. Ini bagian dari belasungkawa kami,” ucapnya.
Tak hanya itu, RS Polri juga mengerahkan tim penyembuhan trauma untuk mendampingi keluarga korban secara psikologis, membantu mereka menghadapi guncangan emosional usai tragedi.
“Kami juga memberikan berkas-berkas penting seperti surat kematian dan dokumen lain yang wajib dijaga, karena dibutuhkan untuk pemakaman, asuransi, dan keperluan lainnya,” jelas Prima.
Adapun tujuh jenazah yang telah diserahkan ke keluarga adalah: Pariyem (31), Ninda Tan (32), Muhammad Ariel Budiman (24), Mochamad Apriyana (40), Della Yohana Simanjuntak (22), Nazaellya Tsabita Nurazisha (27), dan Athiniyah Isnaini Rasyidah (18).
Sementara itu, tiga korban lain—Rufaidha Lathiifunnisa (22), Novia Nurwana (28), dan Yoga Valdier Yaseer (28)—lebih dulu diserahkan kepada keluarga pada Selasa (9/12) malam. (*)


