Berita Utama

Rp13 Miliar untuk Biskita, Dedie Rachim:Uang Rakyat Kembali ke Rakyat

×

Rp13 Miliar untuk Biskita, Dedie Rachim:Uang Rakyat Kembali ke Rakyat

Sebarkan artikel ini
biskita
Momen Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengibarkan bendera start tanda beroperasinya kembali Biskita Transpakuan koridor 5 Ciparigi - Stasiun Bogor dan koridor 6 Parung Banteng - Stasiun Bogor. (KIS/ist)

KITAINDONESIASATU.COM– Harapan masyarakat Kota Bogor untuk kembali menikmati layanan transportasi publik yang nyaman dan modern akhirnya terwujud. Setelah sempat terhenti, dua koridor Biskita Transpakuan kini resmi beroperasi kembali. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara simbolis melepas keberangkatan perdana atau flag off operasional koridor 5 dan 6 Biskita Transpakuan hal ini, menandai babak baru peningkatan layanan mobilitas warga di kota hujan.

Secara simbolis, Dedie Rachim melakukan flag off operasional Biskita Koridor 5 rute Ciparigi – Stasiun Bogor dan koridor 6 rute Parung Banteng – Stasiun Bogor. Kedua koridor ini disebut-sebut sebagai jalur yang sangat dinantikan oleh masyarakat, mengingat tingginya mobilitas warga di kawasan tersebut.

Dedie Rachim mengatakan, operasional Biskita dialokasikan melalui APBD perubahan tahun 2025 senilai Rp13 miliar. Dengan beroperasinya dua jalur ini, total koridor Biskita yang kembali beroperasi kini mencapai empat, yakni koridor 1, 2, 5, dan 6.

“Biskita ini adalah representasi uang rakyat, kembali ke rakyat dalam bentuk layanan transportasi, yang kalau menurut saya ini sangat memadai. Akan melayani sejak pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB,” ujar Dedie Rachim, dalam keterangannya, Selasa, 7 Oktober 2025.

Secara keseluruhan, sebanyak 49 bus akan melayani kebutuhan masyarakat di empat koridor tersebut. Ke depan, Pemkot Bogor berencana menambah koridor baru guna memperluas jangkauan layanan.

Dedie Rachim juga mengungkapkan bahwa masih ada dua koridor yang belum beroperasi, yakni koridor 3 dan 4. Pihaknya berkomitmen memperjuangkan ketersediaan anggaran serta mendorong keterlibatan pihak swasta dalam pengadaan armada tambahan.

“Jadi tinggal koridor 3 dan 4. Nah ini yang harus kita perjuangkan dari sisi anggaran. Tetapi juga perlu ada kemampuan keuangan daerahnya, ditambah juga ada perusahaan atau armada yang nantinya mau ikut serta di dalam rencana penambahan koridor baru,” ucapnya.

Idealnya, kata Dedie, enam koridor Biskita akan mampu melayani seluruh kebutuhan mobilitas warga Kota Bogor secara optimal. Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut berperan dalam mendukung program transportasi publik ini.

Dedie menyampaikan, Pemprov Jabar diharapkan dapat melakukan rerouting dan konversi angkutan kota lintas wilayah agar bisa terintegrasi dengan program Bus Rapid Transit (BRT) Jawa Barat.

“Sebetulnya ini harapan dari masyarakat dan dari kita semua, dan sekitarnya untuk bisa menikmati layanan publik yang aman, nyaman, dan tepat waktu, modern. Tentu saja ini menjadi sebuah harapan baru bagi masyarakat untuk bisa menikmati layanan dari pemerintah,” ujarnya.

Usai acara pelepasan, Dedie Rachim turut meninjau langsung operasional Biskita guna memastikan fasilitas dan sistem layanan berjalan optimal serta menampung masukan masyarakat untuk peningkatan kualitas transportasi publik di Kota Bogor. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *