Keputusan Shin mencadangkan Ridho menjadi bagian dari upaya mengelola kebugaran pemain setelah menjalani rangkaian pertandingan bersama tim nasional. Dengan jadwal kompetisi yang padat, kondisi fisik pemain menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan komposisi tim.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa status pemain inti tidak selalu menjamin seorang pemain langsung diturunkan sejak awal, terutama ketika pelatih menilai kebugarannya perlu dijaga.
Selain menjelaskan situasi Ridho, Shin Tae-yong turut membeberkan alasan Shayne Pattynama tidak masuk dalam susunan pemain Persija saat bertandang ke markas PSIM.
Menurut Shin, Shayne masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan permainan Persija, terutama dalam memahami taktik dan skema yang diterapkan tim pelatih.
Kesempatan berlatih bersama skuad yang terbatas akibat tugasnya bersama tim nasional menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.
“Sementara itu, Shayne belum memiliki cukup waktu untuk berlatih bersama tim dan memahami taktik yang kami siapkan karena masih bergabung dengan tim nasional. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan mengapa ia belum masuk dalam susunan pemain,” tutur Shin.
Penjelasan Shin memperlihatkan bahwa kebugaran dan kesiapan taktik menjadi pertimbangan dalam menentukan komposisi Persija Jakarta.
Untuk Ridho, fokusnya adalah mengelola kelelahan setelah agenda bersama Timnas Indonesia. Sementara bagi Shayne, proses adaptasi dan minimnya waktu berlatih bersama tim menjadi kendala tersendiri.
Keduanya menghadapi situasi berbeda, tetapi sama-sama memengaruhi keputusan pelatih dalam menyusun skuad. (*)




