Selain urusan medis, keluarga juga tengah mengurus dokumen administrasi, seperti akta kelahiran, untuk menyesuaikan identitas T.A.P setelah perubahan jenis kelamin selesai.
Dokter mendiagnosa T.A.P dengan kondisi langka bernama hipospadia, yang menyebabkan perubahan alat kelamin. Meskipun menghadapi tantangan, Sukarsih dan keluarganya telah menerima kondisi ini dengan lapang dada.
Mereka bahkan telah menyiapkan nama baru untuk T.A.P setelah proses perubahan selesai, di antaranya adalah Muhammad Abhizar Albiru, Muhammad Rafka, dan Aydan Atthallah.
“Kami hanya berharap ada bantuan dari pemerintah agar operasi ini bisa segera dijalankan,” harap Sukarsih, penuh harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi anaknya. (nick/aps)


