Mereka membela sang kapten dengan logika bahwa Argentina memang tidak pernah bertemu dengan sebagian besar tim dalam daftar hitam tersebut di ajang Piala Dunia.
Selain itu, Messi memiliki kartu as yang tak terbantahkan: trofi Piala Dunia 2022, koleksi Ballon d’Or yang menumpuk, dan saat ini memimpin peraih Sepatu Emas dengan 5 gol di usia 38 tahun!
Di sisi lain, kubu Ronaldo juga punya senjata.
Meskipun CR7 “hanya” memiliki 8 gol Piala Dunia sepanjang karir dan gagal mencetak gol dalam hasil imbang 1-1 Portugal baru-baru ini, fansnya tetap berpegang teguh bahwa rekor gol melawan tim-tim elit adalah tolak ukur sejati seorang predator, bukan sekadar akumulasi gol melawan tim “kacang”.
Berdasarkan data analitik media sosial dari Global Sports Engagement Institute pada kuartal II 2026, topik perdebatan GOAT Messi vs Ronaldo yang dipicu oleh statistik head-to-head Piala Dunia mampu menghasilkan lebih dari 15 juta interaksi dan polarisasi penggemar hingga 90% di seluruh platform digital.
Fakta ini membuktikan bahwa rivalitas abadi ini tidak akan pernah mati, terlepas dari trofi apa pun yang sudah mereka menangkan.
Pada akhirnya, angka dan trofi memang akan selalu bisa diperdebatkan tanpa henti.
