“Ini tidak menggunakan APBD sama sekali. Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami hanya melakukan pengumpulan secara sukarela, tanpa ada paksaan, sesuai dengan prinsip umat Islam yang biasa saling membantu,” kata Fatkhan.
Ia menjelaskan bahwa pengumpulan dilakukan secara terbuka di masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel, dan tidak hanya terbatas pada pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga terbuka bagi tenaga kontrak atau pegawai non-ASN.
Hasil dari pengumpulan tersebut akan dialokasikan dalam bentuk makanan, bahan bakar minyak, dan kebutuhan lainnya, yang akan diberikan secara gratis kepada jamaah yang hadir pada haul Abah Guru Sekumpul pada Minggu, 5 Januari 2025.
Kegiatan ini akan dilaksanakan di empat posko atau warung gratis, yaitu: pertama, di halaman Panti Rehabilitasi Sosial Fajar Harapan yang terdiri dari 12 SKPD, dikoordinatori oleh BPSDMD; kedua, di halaman Panti Rehabilitasi Sosial Budi Sejahtera yang terdiri dari 12 SKPD, dikoordinatori oleh Dinas Sosial; ketiga, di kantor Dinas Kehutanan yang terdiri dari 13 SKPD, dikoordinatori langsung oleh Dinas Kehutanan; dan keempat, di kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) yang terdiri dari 12 SKPD, dikoordinatori oleh Disbunnak.
Fatkhan menegaskan bahwa pengumpulan ini murni berasal dari pegawai dan merupakan amal kebaikan yang dilaksanakan secara sukarela, tanpa melibatkan dana APBD.
“Tidak ada uang yang dikeluarkan dari APBD. Itu yang perlu ditegaskan,” ujarnya.
Fatkhan juga berharap agar pelaksanaan haul tahun ini dapat berlangsung dengan lancar, dan agar jamaah dapat pergi dan pulang dengan selamat, sehat, dan dalam keadaan baik.
“Kami juga berharap agar semua pegawai yang memberikan donasi mendapatkan amal ibadah. Semoga usaha ini bermanfaat bagi jamaah haul,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalsel telah mendistribusikan ikan segar untuk sejumlah dapur umum yang berada di wilayah Kabupaten Banjar, pada Kamis, 2 Januari 2025.

