KITAINDONESIASATU.COM – Ramadan merupakan bulan yang mulia, dan salah satunya bulan yang mustajab. Barangsiapa yang berdoa di bulan ini dengan penuh keikhlasan dan hanya berharap semata-mata pertolongan Allah SWT, insyaaAllah doanya tidak akan tertolak.
Dalam hal ini, Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 186:
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran’’.
Dalam hadits lain, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam menjelaskan tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, musafir, dan doa orang yang teraniaya.
Dalam hadits lain juga dijelaskan. Artinya: Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda: Tiga orang yang doanya tidak tertolak yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi, Allah akan mengangkatnya di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya.
Dijelaskan dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (Jilid 7: halaman 278), orang yang berpuasa doanya diijabah karena orang yang berpuasa telah selesai menjalankan ibadah puasanya. Bahkan, orang yang puasa juga cenderung dalam keadaan tunduk (bersimpuh) di hadapan Allah SWT, dan pengabul doa (mujibas sailin).
Maka, di bulan Ramadan, berdoalah, memohonlah kepada Allah SWT untuk hajat yang utama, yakni memohon rahmat Allah SWT, memohon ampunan kepada Allah SWT, memohon dijauhkan dari api neraka, memohon dijauhkan dari siksa kubur, dan seterusnya berdoa yang baik-baik demi selamat, bahagia dunia dan akhirat. (*)


