KITAINDONESIASATU.COM– Warisan budaya tak benda Indonesia, Silat Cimande, kembali menggema dari tanah kelahirannya di Kabupaten Bogor. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Festival dan Kejuaraan Pencak Silat Cimande tingkat Kabupaten Bogor menjadi momentum kebangkitan budaya leluhur yang telah mengakar sejak abad ke-16. Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), bekerja sama dengan Pusat Pencak Silat Aliran Cimande (PPSAC), berlangsung meriah dan sarat makna di Padepokan Silat Cimande, Kecamatan Caringin.
Kejuaraan ini memperebutkan Piala Bupati Bogor, sekaligus ditutup dengan sarasehan budaya dan tradisi Ngabungbang 14 Mulud Cimandean sebuah ritual sakral yang merefleksikan spiritualitas dalam pencak silat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan pentingnya merawat dan mempromosikan Silat Cimande sebagai identitas budaya Kabupaten Bogor. Ia menyebut bahwa silat ini bukan hanya warisan seni bela diri, tetapi juga simbol perjuangan rakyat Indonesia di masa penjajahan.
“Tentu kami bangga, Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah yang melahirkan salah satu beladiri silat tertua di Indonesia, yakni Silat Aliran Cimande yang tercatat sudah ada sejak abad ke 16–17 Masehi. Sebab itu menjaga dan merawatnya sudah menjadi tanggung jawab kami selaku pemerintah daerah,” ungkap Bupati Bogor dalam keterangan tertulis, Minggu 7 September 2025.
Lebih lanjut, Rudy mengatakan bahwa ketika bangsa Indonesia berjuang melawan penjajah, keterampilan bela diri seperti silat menjadi senjata utama rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.
“Saat itu belum ada senjata otomatis untuk berperang. Maka silat menjadi alat perjuangan yang sangat penting,” ucapnya.
Festival dan Kejuaraan Pencak Silat ini, menurut Rudy, merupakan salah satu langkah konkret dari Pemkab Bogor untuk menjaga kelestarian Silat Cimande, sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda dan masyarakat umum.
Ia bahkan mendorong agar Silat Cimande bisa dimasukkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah se-Kabupaten Bogor.
“Kami menginginkan silat Cimande yang merupakan budaya dan beladiri asli milik Kabupaten Bogor, bisa dipelajari oleh semua generasi kita ke depan. Nanti guru-nya dari Cimande, bisa mengajarkan atau melatih para siswa di sekolah. Selain untuk beladiri, tentu silat Cimande juga bisa disebut kegiatan olahraga dan olahrasa untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, penting bagi pemerintah dan pemangku budaya untuk terus menyebarluaskan informasi tentang Silat Cimande secara utuh, mulai dari sejarahnya hingga kiprahnya di tingkat nasional dan internasional.
“Untuk sejarah dan cerita kemahsyuran Cimande, kami bersama panitia juga sekaligus menggelar acara sarasehan pencak silat aliran Cimande,” terangnya.


