KITAINDONESIASATU.COM – Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming divonis 10 tahun penjara dan membayar biaya penggnti Rp110 miliar di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA). Demikian putusan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terpidana Mardani H. Maming dibacakan MA, Selasa (5/11/2024).
Putusan MA yang dikutip dari kepaniteraan MA, menyebut mengabulkan permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali/Terpidana Mardani H Maming tersebut. Membatalkan putusan Mahkamah Agung Nomor 3741 K/Pid.Sus/2023 tanggal 1 Agustus 2023 tersebut
Putusan perkara 1003 PK/Pid.Sus/2024 itu diketok majelis PK yang diketuai hakim agung Prim Haryadi dengan anggota Ansori dan Dwiarso Budi Santiarto pada Senin (4/11). Hakim juga tetap menghukum Mardani membayar uang pengganti Rp 110 miliar.
Di tingkat kasasi, hukuman pengganti jika Mardani yang juga mantan Bendahara Umum PBNU tak mampu membayar Rp 110 miliar adalah 4 tahun penjara. Sementara berdasarkan putusan PK, hukuman penggantinya hanya 2 tahun penjara.
Sebelumnya, pengadilan tingkat pertama menyatakan Mardani H Maming bersalah dalam kasus suap izin pertambangan. Mardani divonis 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.
Mardani juga divonis membayar pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp 110,6 miliar dengan ketentuan, jika tidak membayar maka harta bendanya akan disita dan dilelang, atau diganti dengan 2 tahun kurungan.
Tak puas dengan putusan Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Mardani Maming mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin. Majelis hakim Pengadilan Tinggi justru menambah hukuman penjara Mardani menjadi 12 tahun. Ia pun mengajukan kasasi ke MA. (*)


