KITAINDONESIASATU.COM – Kabar duka datang dari Libya. Seif al-Islam Khadafi, putra mendiang pemimpin Libya Muammar Khadafi, dilaporkan tewas dibunuh di Kota Zintan pada awal Februari 2026.
Pria berusia 53 tahun itu ditemukan meninggal dunia di kediamannya, memicu perhatian luas dari berbagai kalangan politik internasional.
Berdasarkan informasi awal dari otoritas setempat, Seif al-Islam diduga meninggal akibat luka tembak.
Peristiwa tersebut disebut melibatkan sekelompok orang tak dikenal yang menyerang rumahnya.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan pelaku pembunuhan tersebut.
Sosok Kontroversial dalam Politik Libya
Seif al-Islam dikenal sebagai figur kontroversial di Libya. Ia merupakan putra kedua Muammar Khadafi dan sempat dipandang sebagai calon penerus kekuasaan sang ayah.
Latar belakang pendidikannya di Inggris membuatnya sering disebut sebagai wajah reformis rezim lama Libya.
Setelah tumbangnya Muammar Khadafi pada 2011, Seif al-Islam ditangkap dan sempat menjalani proses hukum.
Ia kemudian dibebaskan pada 2017 dan memilih tinggal di Zintan.

