KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025.
Lonjakan pergerakan masyarakat para arus mudik Nataru hari ini diperkirakan sangat tinggi, terutama dari wilayah Jakarta dan sekitarnya menuju berbagai daerah tujuan liburan.
Sementara itu, puncak arus balik Nataru diproyeksikan berlangsung pada Jumat, 2 Januari 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan dan survei, jumlah pergerakan masyarakat pada puncak arus mudik diperkirakan mencapai lebih dari 17 juta perjalanan.
Adapun arus balik diprediksi lebih besar, dengan estimasi lebih dari 20 juta pergerakan.
Total potensi pergerakan selama periode Nataru secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 119,5 juta perjalanan.
Kemenhub mencatat bahwa moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat selama libur Nataru adalah kendaraan pribadi.
Mobil pribadi menjadi pilihan utama dengan persentase lebih dari 40 persen, disusul sepeda motor yang juga menyumbang angka signifikan.
Dominasi kendaraan pribadi ini menjadi perhatian utama dalam pengaturan arus lalu lintas, khususnya di jalur keluar Jakarta.
Strategi Kemenhub Hadapi Lonjakan Arus Mudik Nataru
Untuk mengantisipasi kepadatan, Kemenhub telah mengoperasikan Posko Pusat Angkutan Nataru yang berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi.
Posko ini beroperasi nonstop sejak 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, melibatkan berbagai lembaga terkait keselamatan dan transportasi.
Selain itu, manajemen lalu lintas disiapkan secara dinamis bersama Korlantas Polri dan pengelola jalan tol.
Berbagai skema seperti contraflow, one way, buffer zone, dan sistem penundaan akan diterapkan sesuai kondisi lapangan.
Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan dengan baik dan mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama selama periode Nataru.(*)

