Berita Utama

Profil Dino Patti Djalal: Diplomat Ulung dan Bapak Diaspora Indonesia

×

Profil Dino Patti Djalal: Diplomat Ulung dan Bapak Diaspora Indonesia

Sebarkan artikel ini
DINO
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal.

KITAINDONESIASATU.COM – Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Menteri Luar Negeri Sugiono pada Selasa (23/12/2025). Dino menilai diplomasi Indonesia saat ini cenderung pasif dalam merespons ketegangan geopolitik di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, Menlu Sugiono perlu lebih progresif dan berani mengambil kepemimpinan strategis dalam isu Laut Tiongkok Selatan. Dino menegaskan bahwa tanpa arah kebijakan yang tegas, posisi tawar Indonesia sebagai pemimpin alami ASEAN terancam melemah di mata dunia internasional.

Dr. Dino Patti Djalal dikenal sebagai salah satu putra terbaik bangsa di bidang diplomasi. Lahir di Beograd, Yugoslavia, pada 10 September 1965, ia mewarisi bakat diplomatik dari sang ayah, Profesor Hasjim Djalal, yang merupakan pakar hukum laut internasional terkemuka. Dino telah mengabdikan lebih dari tiga dekade kariernya untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Pendidikan akademisnya menjadi fondasi kuat bagi kiprahnya. Dino meraih gelar Sarjana dari Universitas Carleton, Kanada, diikuti gelar Magister dari Universitas Simon Fraser, dan puncaknya meraih gelar Doktor (PhD) di bidang Hubungan Internasional dari London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris.

Karier diplomatiknya meroket saat ia menjabat sebagai Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004–2010), menjadikannya jubir kepresidenan dengan masa jabatan terlama. Ia kemudian dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (2010–2013) sebelum akhirnya dilantik sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada tahun 2014.

Atas jasanya, ia baru saja dianugerahi tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana oleh Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2025.

Selain birokrat, Dino adalah sosok intelektual yang aktif. Ia mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), komunitas kebijakan luar negeri terbesar di Indonesia. Melalui FPCI, ia rutin menyelenggarakan Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP), termasuk pada Desember 2025 ini yang membahas tatanan dunia baru.

Penulis buku bestseller “Harus Bisa” ini juga dijuluki sebagai “Bapak Diaspora Indonesia” atas perannya dalam merangkul jutaan warga Indonesia di luar negeri untuk berkontribusi bagi tanah air.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *