KITAINDONESIASATU.COM – Kabar duka datang dari Iran setelah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
Sosok Ali Khamenei yang selama puluhan tahun menjadi Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran itu dikenal berpengaruh besar dalam arah politik dan kebijakan luar negeri negaranya.
Latar Belakang Ali Khamenei dan Perjalanan Awal
Ali Khamenei lahir di Mashhad pada 19 April 1939 dari keluarga ulama sederhana. Sejak kecil, ia menempuh pendidikan agama, mempelajari Al-Qur’an, logika, filsafat, dan yurisprudensi Islam.
Saat remaja, ia mulai terlibat dalam gerakan yang menentang rezim Shah yang dinilai pro-Barat.
Pada 1960-an, Khamenei bergabung dengan gerakan revolusioner yang dipimpin Ruhollah Khomeini.
Aktivitasnya membuat ia beberapa kali dipenjara dan diasingkan. Meski begitu, ia tetap aktif dalam perjuangan hingga Revolusi Islam berhasil menggulingkan Shah.
Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran
Setelah wafatnya Khomeini pada 1989, Khamenei diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Sebelumnya, ia pernah menjabat presiden saat perang Iran-Irak berlangsung. Di bawah kepemimpinannya, Iran memperkuat militer dan mempertegas sikap terhadap Barat.

