Berita Utama

Pria di Jember Ditemukan Tewas Mengenaskan di Perkebunan Kakao, Begini Kronologinya!

×

Pria di Jember Ditemukan Tewas Mengenaskan di Perkebunan Kakao, Begini Kronologinya!

Sebarkan artikel ini
Tewas di Jember
Tewas di Jember

KITAINDONESIASATU.COMWarga Kabupaten Jember digemparkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di area Perkebunan PTP Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, Jember Minggu (28/12/2025).

Korban asal Jember ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon kakao dan kuat dugaan mengakhiri hidupnya secara sengaja.

Kronologi Penemuan di Area Perkebunan Jember

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada pagi hari setelah warga melaporkan adanya sepeda motor terparkir mencurigakan di pinggir jalan perkebunan.

Saat dilakukan pencarian di sekitar lokasi, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di atas pohon dengan ketinggian sekitar empat meter.

Baca Juga  Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Gresik, Satu Orang Tewas Mengenaskan

Temuan ini kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Korban diketahui berinisial Z, berusia sekitar 32 tahun, warga Desa Kemuning Sari Lor, Kecamatan Panti.

Sebelumnya, korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Sabtu siang dan tidak kembali hingga larut malam.

Pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian sebelum akhirnya korban ditemukan di kawasan perkebunan.

Petugas kepolisian bersama tenaga medis mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya bekas jeratan di leher korban tanpa ditemukan tanda kekerasan lain.

Baca Juga  Kecelakaan Anggota DPR RI di Tol Pemalang, Kronologinya Terungkap

Barang bukti berupa tali dan sepeda motor turut diamankan guna kepentingan penyelidikan.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan.

Aparat mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis orang di sekitar guna mencegah kejadian serupa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *