Ia menjelaskan, pencarian dimulai sejak pukul 07.30 WIT setelah pelaksanaan briefing bersama unsur SAR gabungan yang terdiri dari personel Kantor SAR Manokwari, Polres Pegunungan Arfak, dan Kodim 1812/Pegunungan Arfak.
Tim bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit rescue car serta sembilan kendaraan operasional milik unsur SAR. Namun, kendaraan hanya dapat menjangkau titik tertentu sehingga seluruh personel harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer.
“Kendaraan tidak bisa sampai di lokasi kejadian, sehingga tim gabungan harus berjalan kaki,” jelasnya.
Selain medan yang sulit, operasi pencarian juga dihadapkan pada berbagai kendala lain, seperti jalan yang licin akibat bekas longsoran, kabut tebal, suhu udara pegunungan yang dingin, hingga derasnya aliran sungai.
Untuk memaksimalkan pencarian, tim memanfaatkan drone thermal guna melakukan pemantauan dari udara sekaligus menyisir sepanjang aliran sungai. Personel juga memasang safety line agar proses penyisiran di sekitar lokasi kejadian dapat dilakukan dengan lebih aman.
Yanto Idorway dilaporkan hanyut pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIT setelah diduga tergelincir saat menyeberangi sungai menuju kawasan Air Terjun Memti. Dua kerabat korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun upaya tersebut belum berhasil menemukan keberadaan korban.
Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih terus berupaya menemukan Yanto Idorway dengan memperluas area pencarian di sepanjang aliran sungai dan sekitar lokasi kejadian.***




