Total, Persib mencetak 20 gol dan kebobolan 7 dalam 10 laga terakhir, dengan rata-rata 2 gol per laga.
Lini depan mereka, dipimpin Ciro Alves (8 gol musim ini) dan David da Silva (10 gol), serta kreativitas Tyronne del Pino dan Beckham Putra, menjadi ancaman serius.
Sebaliknya, Malut United juga menunjukkan performa impresif. Laskar Kie Raha tak terkalahkan dalam 12 laga terakhir (8 menang, 4 imbang), termasuk kemenangan 2-1 atas Dewa United pada 25 April 2025, berkat gol Yakob Sayuri dan Chechu Meneses.
Dalam 10 laga terakhir, Malut mencetak 18 gol dan kebobolan 7, dengan win rate 70% dan rata-rata 1,8 gol per laga.
Duet Jorge Correa dan Diego Martinez di lini depan, ditopang Yakob Sayuri (5 assist) dan Yance Sayuri di sayap, membuat Malut berbahaya dalam serangan balik.
Sayangnya, Malut United harus kehilangan Manahati Lestusen karena akumulasi kartu kuning, melemahkan lini tengah mereka.
Sementara itu, Persib menghadapi krisis cedera: David da Silva (cedera otot), Dedi Kusnandar (patah tulang fibula), Febri Hariyadi (cedera ligamen), Rezaldi Hehanussa (kerusakan tulang rawan), Rachmat Irianto (robek tendon Achilles), dan Dimas Drajad (cedera pergelangan kaki) absen.
Meski demikian, kedalaman skuad Persib, dengan Gustavo Franca, Ciro Alves, dan Tyronne del Pino dalam kondisi fit, tetap menjadi keunggulan.


